| Ilustrasi : Konsultasi Hipnoterapi 0858-6767-9796 |
Oleh: Aziz Aminudin, M.Pd
Trainer & Profesional Hipnoterapi – MPC Training Center
Tidak ada orang tua yang siap mendengar kalimat ini:
“Anak Anda sedang tidak baik-baik saja.”
Namun kenyataannya, banyak orang tua mulai menyadari ada sesuatu yang berubah pada anak mereka.
Anak yang dulu ceria tiba-tiba menjadi pendiam.
Mudah marah.
Sulit diajak bicara.
Menutup diri dari keluarga.
Dan yang paling membuat orang tua bingung adalah satu hal:
Ketika diajak bicara… anak justru semakin menjauh.
Pesan Seorang Ibu yang Penuh Kekhawatiran
Suatu siang, sebuah pesan masuk ke WhatsApp saya.
Dari seorang ibu (sebut saja Anggun, bukan nama sebenarnya).
Nada pesannya sopan, tapi terasa jelas ada kegelisahan di balik kata-katanya.
Ia ingin berkonsultasi tentang anaknya.
Namun seperti banyak orang tua lainnya, ia juga menyimpan kekhawatiran:
Bagaimana cara membawa anaknya ke terapi tanpa membuat anak merasa dipermalukan?
Karena bagi sebagian anak, kalimat seperti ini bisa menjadi sangat menyakitkan:
“Kamu perlu dibawa ke terapi.”
Bagi anak, kalimat itu sering terdengar seperti:
“Ada yang salah dengan dirimu.”
Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua
Dalam banyak kasus yang saya temui sejak mulai praktik pada tahun 2012, masalah sebenarnya bukan hanya pada anak.
Sering kali yang terjadi adalah cara pendekatan yang keliru.
Orang tua datang dengan niat baik.
Namun anak merasa:
- dihakimi
- disalahkan
- dipaksa berubah
Akibatnya anak melakukan satu hal yang paling sering terjadi dalam kasus remaja:
menutup diri sepenuhnya.
Dan ketika anak sudah menutup diri, proses membantu mereka menjadi jauh lebih sulit.
Strategi yang Jarang Diketahui Orang Tua
Dalam percakapan dengan ibu Anggun, saya menjelaskan sebuah hal yang sering membuat orang tua terkejut.
Dalam beberapa sesi terapi anak atau remaja, saya justru akan terlihat seperti:
membela anak.
Bahkan terkadang seperti berseberangan dengan orang tua.
Saya mengatakan kepada ibu Anggun:
“Ini hanya teknik terapi.”
Kenapa?
Karena jika anak merasa terapis juga berada di pihak orang tua, biasanya yang terjadi adalah satu hal:
anak langsung mengunci diri.
Dalam psikologi, ini disebut resistance.
Ketika resistance muncul, anak akan:
- menjawab seperlunya
- menutup emosi
- atau bahkan menolak melanjutkan sesi
Padahal tujuan terapi adalah membuat anak merasa aman untuk jujur.
Mengapa Orang Tua Harus Paham Proses Terapi?
Karena tanpa pemahaman ini, orang tua bisa salah mengartikan proses terapi.
Bayangkan jika orang tua ikut dalam sesi, lalu melihat terapis berkata kepada anak:
“Saya paham kenapa kamu marah.”
Atau
“Perasaan kamu sebenarnya wajar.”
Bagi anak, kalimat ini membuat mereka merasa:
akhirnya ada yang mengerti.
Namun bagi orang tua yang tidak memahami teknik terapi, kalimat itu bisa terdengar seperti:
terapis membela anak dan menyalahkan orang tua.
Padahal sebenarnya tidak demikian.
Kenapa Sesi Awal Justru Bersama Orang Tua?
Itulah sebabnya dalam banyak kasus, sesi awal dilakukan dengan orang tua terlebih dahulu.
Tujuannya agar orang tua:
- memahami kondisi psikologis anak
- memahami strategi terapi
- tidak salah paham ketika proses terapi berlangsung
Dengan pemahaman ini, orang tua justru bisa menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton.
Ketika Orang Tua Mau Belajar
Di akhir percakapan, ibu Anggun mengatakan sesuatu yang sangat penting.
Ia ingin berdiskusi terlebih dahulu dengan suaminya.
Karena menurutnya keputusan ini harus disepakati bersama.
Dan bagi saya, itu adalah tanda yang sangat baik.
Karena dalam banyak kasus keluarga, perubahan anak sering kali dimulai dari satu hal sederhana:
orang tua yang mau belajar memahami anaknya.
Pesan untuk Orang Tua yang Sedang Mengalami Hal Serupa
Jika saat ini Anda merasa anak Anda:
- berubah sikap
- sulit diajak bicara
- mudah marah
- atau menarik diri dari keluarga
Jangan langsung panik.
Dan yang lebih penting:
jangan langsung menyalahkan anak.
Kadang mereka hanya sedang mengalami sesuatu yang belum mampu mereka ceritakan.
Dan yang mereka butuhkan bukan hukuman.
Bukan juga ceramah panjang.
Tetapi seseorang yang benar-benar mau mendengar.
Menolong anak bukan hanya tentang memberikan nasihat.
Kadang yang lebih penting adalah menciptakan ruang aman bagi mereka untuk jujur tentang perasaannya.
Dan ketika anak akhirnya merasa didengar, di situlah proses penyembuhan biasanya mulai terjadi.
Ruang Curhat Online
Jika Anda memiliki masalah keluarga, hubungan, atau beban pikiran yang ingin dibagikan:
💬 Curhat Online (Gratis)
💬 Curhat Exclusive (Berbayar)
Konsultasi Hipnoterapi:
Griya Hipnoterapi MPC
📱 0858-6767-9796
🌐 www.hipnoterapibrebes.online
Penulis:
Aziz Aminudin, M.Pd
Trainer & Profesional Hipnoterapi
MPC Training Center








