![]() |
| Hipnoterapi Overthinking |
Pernah merasa pikiran tidak mau berhenti bekerja?
Satu persoalan belum selesai, sudah muncul persoalan lain. Percakapan yang sebenarnya sederhana terus dipikirkan. Keputusan yang sudah dibuat kembali dipertanyakan. Bahkan ketika tubuh sedang beristirahat, pikiran justru seperti masih terus berjalan.
Kondisi seperti ini sering disebut overthinking.
Overthinking bukan sekadar “terlalu banyak berpikir”. Yang menjadi persoalan adalah ketika proses berpikir terus berulang, sulit dihentikan, dan mulai mengganggu ketenangan maupun aktivitas sehari-hari.
Mengapa Pikiran Terus Berputar?
Pikiran manusia memang dirancang untuk mengingat, memperkirakan, menganalisis, dan mencari solusi. Dalam kondisi tertentu, kemampuan tersebut sangat membantu.
Masalah muncul ketika pikiran masuk ke dalam pola berulang tanpa menghasilkan penyelesaian yang jelas.
Misalnya:
“Bagaimana kalau nanti terjadi sesuatu?”
“Seharusnya tadi saya tidak mengatakan itu.”
“Kalau keputusan saya salah bagaimana?”
Pertanyaan semacam itu dapat memunculkan pertanyaan berikutnya. Akhirnya seseorang merasa terus berpikir, tetapi tidak benar-benar bergerak menuju solusi.
Overthinking juga dapat berkaitan dengan pengalaman masa lalu, kekhawatiran terhadap masa depan, kebutuhan untuk mengendalikan keadaan, atau kebiasaan tertentu dalam merespons masalah.
Berpikir dan Overthinking Itu Berbeda
Tidak semua aktivitas berpikir merupakan overthinking.
Berpikir sehat biasanya membantu seseorang memahami masalah, mempertimbangkan pilihan, kemudian mengambil keputusan.
Sementara itu, overthinking cenderung membuat seseorang berputar pada hal yang sama. Informasi yang sama dianalisis berulang kali tanpa adanya langkah yang jelas.
Karena itu, pertanyaannya bukan hanya:
“Bagaimana supaya saya berhenti berpikir?”
Tetapi juga:
“Apa yang membuat pikiran saya terus kembali ke persoalan yang sama?”
Pertanyaan kedua sering kali lebih membantu untuk memahami pola yang sedang terjadi.
Jangan Selalu Melawan Pikiran
Ketika pikiran terus bermunculan, seseorang terkadang berusaha keras untuk menghentikannya.
Ironisnya, semakin kuat pikiran dilawan, perhatian justru dapat semakin tertuju pada pikiran tersebut.
Salah satu langkah yang dapat dicoba adalah belajar menyadari pikiran tanpa harus langsung mempercayai atau mengikutinya.
“Ini adalah pikiran saya.”
Tidak selalu berarti:
“Ini adalah kenyataan.”
Ada jarak antara pikiran, perasaan, dan fakta. Mengenali jarak tersebut dapat menjadi bagian dari proses memahami diri.
Kapan Perlu Mencari Bantuan?
Jika pikiran yang terus berputar mulai mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan, aktivitas sehari-hari, atau membuat seseorang merasa semakin sulit menjalani kehidupannya, mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah yang dipertimbangkan.
Konsultasi membantu seseorang melihat persoalan secara lebih terstruktur. Dalam proses tertentu, pendekatan seperti psikoterapi, konseling, atau hipnoterapi dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi individu.
Hipnoterapi sendiri menggunakan hipnosis dalam komunikasi terapeutik. Tujuannya bukan membuat seseorang kehilangan kendali, tetapi membantu proses eksplorasi terhadap pola pikiran, emosi, pengalaman, dan perilaku secara lebih terarah.
Memahami Pikiran, Bukan Memusuhinya
Overthinking tidak selalu selesai hanya dengan mengatakan kepada diri sendiri, “Jangan terlalu banyak berpikir.”
Terkadang kita perlu berhenti sejenak dan bertanya:
Apa yang sebenarnya sedang saya khawatirkan?
Apa yang sedang saya coba kendalikan?
Apakah persoalan ini membutuhkan solusi, penerimaan, atau hanya perlu diberi ruang untuk berlalu?
Memahami pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi awal untuk mengenali pola pikiran yang selama ini berjalan otomatis.
Jika Anda merasa membutuhkan ruang untuk membicarakan persoalan yang sedang dihadapi, Griya Hipnoterapi MPC menyediakan layanan konsultasi dan hipnoterapi di Brebes.
Website Utama: s.id/hipnoterapibrebes
Daftar Hipnoterapi: s.id/daftarhipnoterapi
Info lengkap & konsultasi Admin WhatsApp: 0858-6767-9796
Ditulis oleh Griya Hipnoterapi MPC





