![]() |
| Ramadan Healing - Mengendalikan Pikiran, Bukan dikendalikan Pikiran |
Ramadan selalu datang dengan pesan yang sama: menahan.
Kita menahan lapar.Kita menahan haus.
Namun ada satu hal yang jarang kita sadari perlu ditahan:
spiral pikiran.
Jika kemarin kita belajar mengelola emosi, hari ini kita masuk ke ruang yang lebih sunyi, tetapi justru paling riuh ruang kepala kita sendiri.
Overthinking.
Istilah yang terdengar modern. Bahkan kadang dibanggakan.
Banyak orang mengira overthinking adalah tanda kecerdasan.
Tanda kehati-hatian.
Tanda kedalaman analisis.
Padahal, dalam banyak kasus, overthinking bukan tanda cerdas.
Ia tanda pikiran yang sedang merasa tidak aman.
Ketika Pikiran Menciptakan Cerita Sendiri
Coba perhatikan pola yang sering terjadi.
Satu pesan yang tidak segera dibalas, pikiran mulai membuat cerita:
“Jangan-jangan dia marah.”
“Jangan-jangan saya salah bicara.”
“Jangan-jangan hubungan ini berubah.”
Satu kesalahan kecil di tempat kerja berubah menjadi penyesalan berhari-hari.
Satu komentar orang diputar ulang sebelum tidur seperti rekaman yang tidak bisa dimatikan.
Dan yang paling melelahkan:
semua itu terjadi tanpa suara, tanpa saksi, tanpa jeda di dalam kepala sendiri.
Sebagai praktisi hipnoterapi, saya sering menjelaskan bahwa pikiran manusia memiliki kecenderungan alami untuk melindungi diri. Ia terus memindai kemungkinan bahaya. Masalahnya, di era sekarang, bahaya fisik tidak sebanyak dulu. Namun pikiran tetap bekerja seolah-olah ancaman selalu ada.
Akhirnya ia menciptakan ancaman sendiri.
Ia memproyeksikan skenario terburuk.
Ia mengulang masa lalu yang sudah selesai.
Ia mengkhawatirkan masa depan yang belum tentu terjadi.
Tubuh merespons seolah semuanya nyata:
jantung berdebar,
napas menjadi pendek,
otot menegang.
Padahal yang aktif hanyalah imajinasi.
Puasa Pikiran: Pelajaran Sunyi Ramadan
Di sinilah Ramadan memberi pelajaran besar.
Puasa melatih kita bahwa tidak semua dorongan harus diikuti.
Lapar muncul—kita tidak langsung makan.
Haus datang—kita tidak langsung minum.
Kita belajar menunda.
Prinsip yang sama berlaku untuk pikiran.
Tidak semua pikiran harus dipercaya.
Tidak semua kekhawatiran harus dipelihara.
Tidak semua asumsi adalah kebenaran.
Dalam fase Mind Detox pada perjalanan 30 Hari Reset Pikiran & Hati, hari ketiga ini adalah latihan mengambil kembali kendali.
Kendali bukan berarti memaksa pikiran berhenti. Itu hampir mustahil.
Semakin dilawan, semakin keras ia datang.
Kendali berarti menyadari.
Pikiran Itu Tamu, Bukan Tuan Rumah
Embuhisme mengingatkan dengan sederhana namun dalam:
Pikiran itu tamu. Kalau tidak disadari, ia merasa jadi tuan rumah.
Bayangkan rumah Anda. Tamu datang silih berganti. Ada yang sopan, ada yang cerewet, ada yang membawa kabar baik, ada yang membawa gosip. Jika Anda sadar sebagai pemilik rumah, Anda bisa memilih mana yang dipersilakan duduk lama, mana yang cukup disapa sebentar.
Tetapi jika Anda lengah, tamu itu bisa mengambil alih ruang tamu, bahkan mengatur isi rumah.
Begitulah pikiran bekerja.
Overthinking sering bukan karena masalahnya besar, tetapi karena kita lupa bahwa kita adalah pengamat—bukan isi pikiran itu sendiri.
Latihan Hari Ini: Menciptakan Jeda
Saat pikiran mulai berputar:
Berhenti sejenak.
Tarik napas perlahan.
Sadari kalimat apa yang sedang berulang di kepala.
Lalu tanyakan dengan tenang:
– Apakah ini fakta atau hanya ketakutan?
– Apakah ini membantu atau justru menguras energi?
– Apakah ini bisa saya kendalikan atau tidak?
Pertanyaan-pertanyaan ini menciptakan jarak.
Dan jarak memberi kita pilihan.
Ketika ada jarak antara “saya” dan “pikiran saya”, kita tidak lagi tenggelam. Kita mulai melihat.
Ramadan: Menenangkan Kepala, Melapangkan Hati
Ramadan ini bukan hanya tentang menahan makan.
Ia tentang menenangkan kepala.
Tentang menyederhanakan isi batin.
Tentang berhenti memelihara skenario yang tidak pernah terjadi.
Karena pikiran yang tidak diawasi akan mengendalikan hidup.
Namun pikiran yang disadari bisa diarahkan.
Hari ini kita memilih satu sikap baru:
Saya mengendalikan pikiran,
bukan dikendalikan pikiran.
Bukan berarti pikiran negatif hilang selamanya.
Bukan berarti tidak ada lagi kekhawatiran.
Tetapi kini kita tahu:
kita punya pilihan untuk tidak mengikuti semuanya.
Menahan lapar beberapa jam mungkin terasa berat.
Tetapi menahan satu spiral pikiran yang tidak perlu—
itu bisa mengubah kualitas hidup secara mendalam.
Ketika kepala lebih tenang, hati lebih lapang.
Ketika hati lapang, ibadah terasa ringan.
Ketika ibadah ringan, hidup terasa lebih bermakna.
Ikuti Ramadan Healing: 30 Hari Reset Pikiran dan Hati
Program ini bukan sekadar tulisan inspirasi.
Versi lengkap Ramadan Healing 30 Hari dilengkapi dengan:
- Insight Harian (pemahaman psikologis & spiritual)
- Skrip Sugesti Self Hypnosis untuk ketenangan pikiran
- Refleksi Harian untuk penyembuhan emosi
- Affirmasi Terarah untuk reprogram pikiran bawah sadar
Jika Anda ingin pendampingan dan konsultasi mendalam, hubungi:
📞 0858-6767-9796
(MPC Training Center & Griya Hipnoterapi MPC)
Sisanya…
Mbuh priben carane, kersane Gusti Allah.
Yang terpenting hari ini satu hal:
sadar… lalu memilih.
Positif, Sehat dan Bahagia.
Brebes, 21 Februari 2026
Aziz Amin | Wong Embuh
Trainer & Professional Hypnotherapist









